Semuanya sudah terjadi, sehingga tak perlu lagi kita bicarakan mana yang salah dan mana yang benar atas kejadian semburan Lumpur Porong. Yang jelas, sejuta kisah antara duka dan asa masih bisa kita lihat sampai sekarang.
Jaraknya lumayan jauh dari Kota Padang, sekitar 200 kilometer, kalau secara waktu bisa ditempuh dalam waktu sekitar 3,5 jam. Dari Bukittinggi, Lembah Harau bisa dicapai dalam tempo satu jam.
Letaknya tidak begitu dekat dengan Kota Padang. Karena perjalanan dengan mobil masih harus ditempuh sekitar 3 jam dengan kecepatan rata-rata 65 km per jam. Mobil tidak bisa dipacu kencang, karena banyak ruas jalan yang sempit dengan jalan yang berkelok-kelok.
Konon Bledug Kuwu yang kita lihat saat ini tidak hanya terjadi begitu saja, alias bukan peristiwa alam biasa. Tanah lumpur yang meletup ke atas tersebut merupakan lubang yang menghubungkan tempat itu dengan Laut Selatan (Samudera Hindia).
Bangunannya indah, terlihat wengkeh (gagah), berasitektur Art Deco, membuat kesengsem siapapun yang melihatnya. Namun justru selama ini yang terkenal dan menarik dari gedung ini adalah keangkerannya.
Udaranya sejuk, tempatnya berada di ketinggian kurang lebih 600 m di atas permukaan air laut, dengan dikelilingi sawah-sawah nan hijau, membuat tempat ini cocok sekali untuk leyeh-leyeh (dalam Bahasa Jawa), atau dalam Bahasa Indonesianya berarti santai-santai.