Harus diakui, kalau kita mendengar nama pecel pasti yang terlintas dalam benak pikiran adalah Mbok-Mbok yang bawa gendongan atau warung sederhana di tepi rumah atau di tengah pasar.
Konon keberadaan warung gado-gado ini sudah sejak tahun 1980 an, maka dari itu jangan heran kalau pelanggannya juga sudah memasuki generasi kedua. Karena penjualnya sendiri sudah memasuki Generasi kedua.
Diantara deretan rumah-rumah mewah di Jalan Ciragil II No.24, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, tersempil sebuah warung kecil yang rasanya membuat orang ketagihan.
Kalau bicara nasi uduk, semuanya pasti mengenal, namun cara unik membua terobosan nasi uduk dengan berbagai jenis sambal, itulah Nasi Uduk Zainal Fanani.
Di salah satu sudut Jalan Pejompongan Raya, Jakarta Pusat, ada sebuah tempat yang terlihat usang. Bahkan lahan parkirnya pun bergabung dengan Jalan Pejompongannya.
Letaknya memang agak menyempil ke dalam, dan gangnya pun sempit. Sudah pasti mobil tidak bisa ke dalamnya. Butuh jalan kaki 100 meter melalui gang kecil untuk mencapainya.