Malam itu kami berempat bersiap menaklukan jalanan Pantura yang penuh dengan truk dan bis. Mengekor truk yang lambat jalannya, menghindari jalanan yang berlubang, menguji kesabaran kami dalam mengemudi di sepanjang Pantura.
Ting..ting....bunyi sms yang masuk ke Handphone saya. ,” Dear All...saya sudah di Dunkin Donut Plaza Semanggi..,”. Ups...rupanya Sang Ketua rombongan Krakatau tripsudah sampai di meeting point dan menunggu ketika saya masih melintas di jalan tol dalam kota-Pancoran.
Tak betah rasanya berlama-lama berdiam diri di dalam hotel. Walaupun badan terasa capai setelah hampir 4,5 jam melakukan perjalanan dari Medan ke Parapat, dilanjutkan dengan berjalan kaki mengelilingi sebagian Danau Toba, tetap saja keindahan yang ada di danau ini menghantui pikiran saya untuk segera melanjutkan perjalanan menyusuri sisi-sisi yang lain.
Sebelumnya memang sudah dapat beberapa informasi kalau di hari Sabtu dan Minggu kapal yang berangkat ke Pulau Pramuka dan Pulau Tidung pasti ramai. Bahkan boleh dikatakan kalau perbandingan antara jumlah penumpang dengan ketersediaan kapal tidak seimbang. Dalam hal ini jumlah kapal yang ada masih kurang banyak.
Selepas berkeliling di seputaran Tanjung Pasir tak lengkap rasanya kalau tidak melihat pantainya. Pantai Tanjung Pasir terletak tidak begitu jauh dari Tanjung Pasir Resort, kurang lebih satu kilometer jaraknya. Setengah kilometer menjelang pantai jalannya berbatu-batu, namun kendaraan sejenis sedan masih bisa lewat karena kondisi jalan yang rata.
Yang namanya berlibur ke Pantai memang tiada pernah ada kata “bosan”…Semakin sering ke pantai malah semakin ingin balik lagi. Itulah misteri pantai..he..he..
Sekaliberlayarduatigapulauterlampaui, Itulahpepatah yang bisadikatakanketikaberkunjungke P. Onrust. KarenaselainPulauOnrust, dalamhitunganmenit yang ditempuhdenganperahukitaakanbisamencapaiPulauBidadaridanPulauCipir. MakadariituketikaberkunjungkeOnrust, harusberkunjungkeduapulau lain didekatnyakalautidakmaurugi.