Untuk diskusi seputar wisata dan kuliner Indonesia, silakan join ke milis mlancong@yahoogroups.com

Memacu Adrenalin di Sungai Ciberang

E-mail Print PDF

Majuu…! Munduur..! kanaan..!...kirii..! Booom….!!! Begitulah aba-aba yang setidaknya harus dimengerti oleh tiap peserta arung jeram. Rasa takut bercampur senang sekaligus menguji keberanian kita, begitulah kira-kira rasanya ikut olahraga arung jeram yang akhir-akhir ini menjadi salah satu primadona liburan akhir pekan.

Sebelum turun, strethcing dulu ya...

Minggu pagi, 22 November 2009 kami berkemas dan bersiap meluncur ke Sungai Ciberang – Banten untuk berafting ria. Perjalanan ke Ciberang dari Jakarta sebetulnya bisa ditempuh dari dua jalur yaitu Jakarta- Tangerang – Rangkasbitung – Ciberang atau Jakarta – Bogor – Ciberang, namun kami memutuskan untuk memilih lewat Bogor karena sedikit banyak sudah tahu jlika-liku jalan di Bogor. Memasuki Kota Bogor jalanan sedikit tersendat terutama di sepanjang IPB Dramaga sampai dengan pasar Leuwiliang, namun setelah itu jalanan lancar. Alam desa nan asri mulai kita jumpai, apalagi setelah melewati pasar Jasinga-Bogor, hamparan kebun sawit nan hijau seperti lukisan alam nan indah.

Persiapan sebelum nyebur sungai

Ayoo siap siap turun yaa...

Sesaat setelah melintas pasar Jasinga-Bogor hati kami sempat was-was karena hujan turun sangat deras dengan awan hitamnya. Hati kami bergumam, ” kalau banjir, batal lah rencana rafting,”. Kami terus berdoa dalam hati supaya hujan reda. Ternyata doa kami terkabul, karena begitu sampai di Kp.Muara, Cipanas, Lebak, Banten – tempat dimana kami melakukan administrasi pendaftaran dan persiapan untuk rafting hujan mulai reda. Kami masih harus menunggu sekitar satu jam untuk memastikan bahwa kondisi air tidak terlalu besar dan masih aman untuk untuk rafting. Sembari menunggu kami pun bercakap-cakap dengan Sang pemilik rafting yaitu Bapak Kompol Agus Rasyid, S.H., M.H yang saat ini masih aktif sebagai Wadir Samapta Polda Banten.

Adalah sebuah ketidaksengajaan ketika saya menemukan lokasi ini, ”Begitu kata Pak Agus”. Sekitar tiga tahun lalu Pak Agus melakukan hobi untuk berkeliling daerah Banten dan sekitarnya dengan motor trail. Ketika tiba di Kp. Muara beliau mencoba mencari sungai untuk sekedar bersantai dan menemukan suasana baru. Begitu melihat arus sungai langsung terlintas di hati beliau untuk mencoba melintasi arus Ciberang ini.

Pasukan. Siap?

Esok paginya dengan membawa perahu karet sendiri beliau pun mengarungi deras dan jeramnya sungai Ciberang. ”Karena belum tahu medan yang akan dilalui, jungkir balik ke dalam sungai beberapa kali adalah hal pertama yang harus dihadapi”, begitu kata Pak Agus. Setelah melakukan analisa diambil kesimpulan bahwa sungai ini sangat layak untuk dijadikan sebagai tempat arung jeram untuk khalayak umum. Sejak saat itulah resmi didirikan Wisata Arung Jeram sungai Ciberang yang berada di Kp.Muara, Cipanas, Lebak, Banten.

Pose dulu... sebelum turun.

Tak terasa satu jam sudah kami berbincang-bincang dengan Pak Agus, sesaat kemudian salah satu guide mengatakan kalau arus Ciberang aman untuk dilalui. Segera saja kami bergegas, memakai pelampung, helmet, mengambil dayung dan segera menuju sungai. Suhu kurang lebih berkisar antara 18 – 20 derajat celcius waktu kami bersiap untuk rafting, dingin sekali rasanya. Setelah diberikan pengarahan oleh guide, maka kami menuju perahu yang telah tertambat di tepi sungai. Sesuai dengan jumlah orang yang ada maka perahu yang disediakan adalah tiga buah termasuk satu perahu yang berisikan tim rescue. Maju....!!! begitulah aba-aba pertama dari guide yang akan memandu kami.

Mau turun... tetep foto dulu.

Setelah melaju seratus meter dari lokasi start, jeram pertama akan segera kami lalui. Seperti kata guide kami, ” jeram pertama dan terakhir adalah jeram yang sangat menantang,” kalau kita tidak hati-hati pasti salah satu dari penumpang akan tercebur atau perahu terbalik,”. Betul saja, ketika melewati jeram tersebut dua orang penumpang kami tercebur dan hap...hap....setelah sedikit minum air sungai mereka berhasil naik ke atas perahu. Jeram-jeram selanjutnya relatif tidak begitu sulit, sampai akhirnya setelah hampir 3 jam mengarungi air sungai tibalah di jeram terakhir. Derandam jeram adalah nama jeram terakhir karena jeramnya paling panjang dan relatif cukup sulit dilalui. Tak disangka kami semua berhasil melalui jeram tersebut dan akhirnya finish....bak seorang pahlawan yang menang perang kami pun bernyanyi ” Halo-Halo Bandung ” tuk merayakan keberhasilan mencapai garis finish.

Akhirnya, naik perahu juga :)

Boom!!!!!!!!

Boom!!!!!!!!

Kemudian kami semua beristirahat sebentar di garis finish dan naik lagi ke tempat start awal dengan angkutan truk yang disediakan oleh pihak pengelola. Makan siang dan gorengan yang hangat membuat kami segera berebut untuk menghabiskannya. Walaupun capai dan kedinginan kami semua puas berafting di sungai Ciberang-banten. Agar perjalanan ke Ciberang menjadi maksimal Pak Agus menyarankan supaya datang Jum’at sore kemudian menginap dan Sabtu pagi baru rafting. Sabtu sore kita bisa pulang sehingga masih ada sisa satu hari yaitu hari Minggu untuk istirahat sebelum bertemu dengan hari Senin.

By : AMGD

Share this post

 

Chat Dengan Kami

Polls

Destinasi wisata manakah yang anda rencanakan tahun ini?
 

Polls

Wisata Kuliner apakah Favorite anda?
 

Statistics

Members : 1
Content : 519
Web Links : 6
Content View Hits : 486288

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini2061
mod_vvisit_counterKemarin2133
mod_vvisit_counterMinggu ini4194
mod_vvisit_counterMinggu kemarin16069
mod_vvisit_counterBulan ini41742
mod_vvisit_counterBulan Kemarin37553
mod_vvisit_counterRata-rata420838

We have: 19 guests online
IP: 38.107.179.240
 , 
Hari ini : May 20, 2012

Cari artikel di situs kami

Join my yahoogroups

Subscribe to mlancong