Kebun Raya Bogor

Minggu, 21 Desember 2008

wisata indonesia

Dibalik keramaian Kota Bogor, di balik semerawutnya lalu lintas, di balik para pedagang kaki lima tersimpan surga yang tersembunyi...itulah Kebun Raya Bogor. Entah yang keberapa kalinya saya berkunjung ke Kebun Raya Bogor, namun selalu saja ada keinginan untuk datang dan datang lagi. Suasana teduh dengan pohon-pohon yang sangat rindang tertata rapi dipadu dengan taman-tamannya membuat Kebun Raya Bogor selalu kangen untuk dinikmati. Buat anak-anak Balita, buat siswa-siswi, buat orang dewasa semuanya cocok baik hanya sekedar untuk mencari udara segara, untuk menambah pengetahuan bahkan untuk fotografi.

,” Kebun Raya memang bagus banget, berbagai tumbuhan langka yang biasanya kita temukan di hutan belantara dapat dilihat disini,” Kata Ade salah satu siswi Madrasah Aliyah Negeri dari Tangerang yang sedang mengadakan study tour ke Kebun Raya Bogor. Salah seorang anggota klub fotografi dari Jakarta, Mas Arif yang sedang asyik motret Lady Raffles Memorial mengatakan,” Banyak sisi-sisi yang bagus buat fotografer di kebun ini Mas,”. Aktifitas yang terjadi di dalam Kebun Raya memang sangat beragam, ada yang sedang mengadakan penelitian, fotografi, pre-wedding, jalan-jalan, makan bareng bersama keluarga bahkan sampai dengan acara kumpul-kumpul yang diselingi joget-joget. Seru sekali...

Sejarah singkat Kebun Raya Bogor sendiri adalah : alkisah waktu itu Prof. Caspar Georg Karl Reinwardt adalah seorang Jerman yang pindah ke Belanda dan menjadi Ilmuwan Botani dan Kimia, Kemudian Ia lalu diangkat menjadi menteri bidang pertanian, seni dan ilmu pengetahuan di Jawa dan sekitarnya. Lalu ia tertarik menyelidiki berbagai tanaman yang digunakan untuk pengobatan. Ia memutuskan untuk mengumpulkan semua tanaman ini di sebuah kebun botani di Kota Bogor, yang saat itu disebut Buitenzorg ( dari bahasa Belanda yang berarti ”tidak perlu khawatir”). Reinwardt juga menjadi perintis di bidang pembuatan herbarium. Ia kemudian dikenal sebagai seorang pendiri Herbarium Bogoriense.

Pohon Rindang berbau mawar

Pada tanggal 18 Mei 1817, Gubernur Jenderal Godert Alexander Gerald Philip van der Capellen secara resmi mendirikan Kebun Raya Bogor dengan nama s’Lands Plantentuinte Buitenzorg. Sekitar 47 hektar tanah di sekitar Istana Bogor dijadikan lahan pertama untuk kebun botani. Sejak saat itu Bogor menjadi pusat pengembangan pertanian dan holtikultura di Indoensia. Pada masa itu diperkirakan 900 tanaman tanaman hidup ditanam di kebun tersebut.

Jangan kaget kalau jalanan menuju Kebun Raya Bogor begitu padat, terutama oleh angkot-angkot yang suka berhenti sembarangan. Kepadatan tersebut mulai terasa setelah pintu keluar tol Bogor, apalagi di hari Sabtu-Minggu atau hari libur nasional kepadatan yang terjadi lebih menajdi-jadi. Namun setelah tiba di depan Istana Bogor kita akan bertemu pemandangan berbeda. Bangunan istana yang megah ditambah rombongan rusa yang merumput di depan istana membuat suasana menjadi lain, seperti kembali ke alam. Bahkan kalau kita membawa makanan rusa tersebut mau mendekat dan menerima makanan secara langsung dari kita. Setelah melewati Istana Bogor barulah kita sampai di pintu masuk Kebun Raya Bogor.

Kebun Pandan

Suasana Kebun Raya yang rindang

Pintu masuknya terbagi dua, yang pertama adalah khusus untuk mobil dan motor dan pintu masuk kedua berbentuk sebuah bangunan megah dengan dua patung di depannya. Beberapa meter setelah pintu masuk akan kita temukan Tugu Lady Raffles, sebuah bangunan unik yang mempunyai nilai sejarah. Disini Sir Thomas Stamford Raffles seorang Letnan Gubernur Inggris di Pulau Jawa ( 1811-1816 ) mendirikan monumen kenangan bagi istrinya Lady Olivia Mariamne yang meninggal pada tahun 1814 di area Kebun Raya Bogor. Patung Sapi Lembu Nandi juga sangat menarik untuk dilihat. Patung ini menampilkan sosok Lembu Nandi seperti yang terdapat pada sebuah candi Hindu di Jawa Tengah, Candi Prambanan. Lembu Nandi adalah kendaraan Dewa Syiwa.

Patung Lembu Nandi

Tugu Lady Raffles

Banyak koleksi-koleksi tanaman yang sangat menarik dari Kebun Raya Bogor diantaranya adalah Bunga Bangkai ( Amorphophalus Titanum ) yang berasal dari Jambi dengan berat sekitar 30 kg. Karena langka, tanaman ini merupakan salah satu tanaman yang dilindungi. Tanaman lain diantaranya adalah Pohon Rindang Berbau Mawar ( Rose Scented Wood ), Sebuah pohon besar yang ketinggiannya bisa mencapai 40 meter dengan diamater bisa mencapai 2 meter lebih. Kayunya yang berbau mawar sangat baik untuk pembuatan alat-alat rumah tangga. Dan masih banyak lagi koleksi-koleksi tanaman yangh dapat kita lihat. Dan yang mekarnya sering dinantikan adalah Raflesia Patma yang merupakan bunga parasit berukuran raksasa.

burung berkicau di atas pohon

Raflesia Patma sedang mekar

Raflesia Patma sedang mekar (gambar diambil dari layar TV yang berada di lokasi)

Raflesia Patma

Istana Bogor

Homestay

Jembatan Gantung

Cafe Dedaunan

Di salah satu Pojok Kebun Raya Bogor terdapat sebuah jembatan gantung yang kerap menjadi incaran para fotografer sebagai saah satu tempat pemotretan terbaik. Dan kalau kita mengelilingi Kebun Raya berlawanan dengan arah jarum jam dari arah pintu masuk utama terkahir kali akan ketemu dengan pemandangan Istana Bogor yang megah dan cantik dengan kolam besar sebagai halamannya. Sembari meregangkan otot-otot kaki yang kaku, kita bisa duduk santai sembari makan dan minum di pinggiran kolam. Kalau tidak mau repot membawa makanan, Cafe Dedaunan menjadi pilihan utama untuk makan dengan view halaman yang asri dan mempesona. Masih tidak puas lagi, tersedia homestay yang siap mengantarkan anda untuk menghabiskan malam di Kebun Raya Bogor. Begitulah asyiknya keliling Kebun Raya Bogor.

By : AMGD



Kirim komentar

  • wulan Skrg pindah kmn ya warungnya? Tlg infonya ya gan!
Nama :

Email :

Isi Komentar :

Masukan Angka Berikut ini : 319


×
 

Trip Mlancong




Provinsi