Cibodas Yang Tak Pernah Membosankan

Selasa, 11 Oktober 2011

wisata indonesia

Banyak orang bilang kalau Kebun Raya Cibodas itu tidak pernah membosankan. Ada sisi oleh-oleh khasnya, ada sisi pertunjukannya, ada sisi gatheringnya dan ada sisi-sisi romantismenya. Dikatakan romantis karena memang ada beberapa sudut dari bagian KRC (Kebun Raya Cibodas) yang sangat nyaman dan sejuk untuk muda-mudi yang sedang di mabuk asmara. Tidak hanya itu, tempat ini juga sering dijadikan sebagai tempat pre wedding para pasangan yang akan melangsungkan pernikahan.

Cantik banget tamannya...

Kabut di pagi hari

Senengnya..yang mau pre wedding

Enak banget buat nongkrong

Di depan rumah kaca

Rumah kaca

Rumah kaca

Kaktus nya lucu ya...

Taman Lumut

Taman Lumut

,”Yang membuat saya tertarik kesini adalah pohon-pohonnya yang besar Pak, enak buat bersantai” Kata Bu Lastri, salah satu pengunjung yang ditemui tim mlancong pagi itu.  Pesona KRC yang tidak ditemukan di tempat lain adalah banyaknya pohon-pohon yang telah berusia ratusan tahun. Termasuk di dalamnya adalah koleksi pohon yang dilindungi seperti pohon Tusam, tumbuhan Runjung, tumbuhan Paku pegunungan, hutan Kaliandra dan lain-lain. Koleksi-koleksi tersebut disususn sedemikian rupa sehingga tampak rapi dan sangat menarik dengan hiasan taman-taman di bawahnya dibalut dengan rumput hijau yang indah.

Sedangkan koleksi yang paling khas adalah koleksi Taman Lumut. Adalah Taman Lumut yang memiliki 216 jenislumut dan lumut hati dari berbagai sudut Indonesia dan dunia. Dengan luas 2500m persegi, taman ini diklaim sebagai satu-satunya di dunia yang terletak di luar ruangan dan memiliki koleksi terbanyak.

Tak jauh dari Taman Lumut terdapat rumah kaca dengan berbagai koleksi kaktusnya. Berbagai pohon kaktus dari berbagai negara ditanam disini. Ditata rapi dengan posisi memanjang dengan jakan diantara tengah diantara keduanya, sungguh sebuah koleksi yang indah, menarik. Bahkan beberapa kaktus tampak lucu bentuknya, bisa membuat tertawa yang melihatnya.

KRC sendiri mempunyai sejarah yang cukup panjang. Didirikan pada tahun 1852 oleh Johanes Elias Teijsmann sebagai cabang dari KRC pada lokasi di kaki Gunung Gede. Dengan curah hujan 2.380 mm per tahun dan suhu rata-rata 18 derajat Celsius, kebun botani ini dikhususkan bagi koleksi tumbuhan dataran tinggi basah tropika, seperti berbagai tumbuhan runjung dan paku-pakuan.

Terletak di di Kompleks Hutan Gunung Gede Pangarango, Desa Cimacan, Pacet, Cianjur, dengan jalan aspal mulus sampai lokasi, membuat tempat ini sangat mudah dijangkau. Hal menarik lainnya dari KRC adalah Topografi lapangannya yang bergelombang dan berbukit-bukit dengan ketinggian 1.275 m dpl, bersuhu udara 17 - 27 derajat Celcius. Sangat nyaman dan menarik untuk acara apapun.

 

By : AMGD



Kirim komentar

Nama :

Email :

Isi Komentar :

Masukan Angka Berikut ini : 416


×
 

Trip Mlancong




Provinsi