Untuk diskusi seputar wisata dan kuliner Indonesia, silakan join ke milis mlancong@yahoogroups.com

Ikan Bakar Minahasa, Warung Kaki Lima Rasa Bintang Lima

E-mail Print PDF

Siang itu saya meluncur ke Jalan Sumbawa, Menteng, Jakarta Pusat untuk mencicipi ikan bakar Minahasa setelah mendapatkan referensi dari salah satu teman saya, Rosnita.

Mungkin sebagian orang akan susah mencari posisi dimana Jalan Sumbawa, karena memang posisinya yang ditengah-tengah Menteng. Patokan gampang saja, temukan saja Rumah Sakit Abdi Waluyo, Menteng, nah jalan Sumbawa dan ikan bakar Minahasa berada di seberang Rumah Sakit tersebut.

Berada di Jalan Sumbawa

Ikan Bakar Minahasa

Ikan kuwe mentah...

Bakar dulu yuk..

Mantab...

Ikan bakar kuwe tidak pedes..

Ikan bakar kuwe pedes..

Silakan dinikmati..

Seperti info yang saya terima dari Rosnita, rumah makan ini memang hanya warung kaki lima. Ada dua tenda yang berhadap-hadapan, satu tenda untuk bakar ikan dan tempat duduk, sedangkan tenda di seberangnya merupakan tenda khusus untuk tempat makan.

Wah, walaupun saya datang jam 11.45 siang, tetap saja sudah tidak mendapatkan tempat duduk. Dan hebatnya lagi, berbarengan dengan saya telah antri sejumlah 10 orang. Oh..oh..ternyata kapasitas tempat duduknya hanya muat 25 an orang. Dengan terpaksa saya menunggu hampir 20 menit untuk mendapatkan tempat duduk karena penasaran dengan ikan bakarnya.

Setelah berdiri dua puluh menitan, penderitaan belum selesai, karena ternyata pesanan ikan kuwe bakar saya baru datang lima belas menit kemudian setelah duduk. Jadi selain makan ditempat, ternyata banyak sekali pesanan ikan bakar yang dibawa pulang, makanya lama. Setelah seporsi ikan kuwe bakar ukuran sedang dengan sambalnya, membuat mata berbinar dan perut pun segera berharap untuk menerima umpan ikan kuwe bakar.

Langsung saja saya coba ikannya tanpa bumbu..Woww…ikan bakarnya empuk sekali....kemudian saya torehkan kecap diatas cabe dan bumbunya dan saya oleskan di atas ikan bakarnya. Duh…rasanya…enak banget…bakarannya pas banget…tidak begitu gosong dan tidak mentah. Pastinya, pilihan ikannya ikan yang masih segar, karena biasanya kalau ikan lama, sedikit berbau amis.

Dan akibatnya, satu porsi nasi menjadi tidak cukup, dengan terpaksa tambah porsi satu nasi. Sebetulnya pengen tambah ikannya juga, namun melihat antrian yang begitu panjang, saya membatalkan niat tersebut. Tida rugi rasanya antri selama setengah jam dan mengeluarkan uang Rp 37.500 untuk ikan bakar kue satu porsi. Semuanya terbayar lunas dengan kelezatannya.

Ada menu ikan bakar lainnya, seperti bawal, baronang sampai dengan cumi bakar. Namun favoritnya disini adalah ikan kue bakar, kalau anda mencoba, cobalah dulu ikan kuwe bakarnya, baru yang lain. Masih penasaran juga tentang sejarah keberadaan warung ini, namun karena kondisi siang itu sangat ramai, saya pun segan mengganggu para pelayan.

By : AMGD

Share this post

 

Chat Dengan Kami

Polls

Destinasi wisata manakah yang anda rencanakan tahun ini?
 

Polls

Wisata Kuliner apakah Favorite anda?
 

Statistics

Members : 1
Content : 519
Web Links : 6
Content View Hits : 486204

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini2017
mod_vvisit_counterKemarin2133
mod_vvisit_counterMinggu ini4150
mod_vvisit_counterMinggu kemarin16069
mod_vvisit_counterBulan ini41698
mod_vvisit_counterBulan Kemarin37553
mod_vvisit_counterRata-rata420794

We have: 76 guests online
IP: 38.107.179.240
 , 
Hari ini : May 20, 2012

Cari artikel di situs kami

Join my yahoogroups

Subscribe to mlancong